Kitab Tauhid – Bab Riwayat Yang Datang Seputar “Andai Saja” (Audio)

22/03/2009 at 6:37 pm 1 comment

بسم الله الرحمن الرحيم

tawheed3

ipod

Masjid Alumni UNJ, Rawamangun Jakarta

Kitab Tauhid Karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab

speakersmalloleh Al-Ustadz Jafar Sholeh


( ﺑﺎﺏ : ﻣﺎﺟﺎﺀﻓﻲﺍﻟ (ﻟﻮ

Pembahasan

Pembagian hukum mengenai ucapan “Andai Saja”

Pembagian Nifaq

Sifat-sifat orang Munafiq

Protes kebanyakan umat muslim terhadap syariat Allah

Hubungan bab ini dengan Tauhid

Kisah Istri Nabi Shallahu ‘alahi Wasallam

Macam-macam perbuatan hamba

Cara-cara meminta pertolongan kepada Allah

Ucapan bila ditimpa takdir yang tidak sesuai keinginan

Daftar Tanya Jawab:

1. Bolehkah meninggalkan shalat berjamaah dikarenakan waktu kuliah yg telat keluar kelasnya (2:33)

2. Kriteria apa saja seseorang dinyatakan kafir (1:19)

3. Apa yg harus kita lakukan bila tersadar melakukan nifaq akbar, apakah harus bersyahadat kembali (0:54)

4. Hanya Allah lah yang mengetahui yg Ghoib, apa arti yg ghoib disini. Bagaimana jika mengetahui sesuatu yg tidak kasat oleh panca indra, apa termasuk mengetahui hal yg ghoib (1:10)

5. Seorang muslim suatu ketika mengetahui selama ini cara beribadahnya keliru, apakah amalan2nya selama ini tidak diterima (1:00)

6. Bagaimana supaya kita bukan termasuk orang2 yg melakukan nifaq akbar dan asgor (0:54)

7. Bagaimana cara menasihati seseorang yg terlalu mencintai bermain playstation (2:20)

book-2music-disk-sh-256x256

Download Kitab ||||||||||||||||||||||||Download Audio

questionDownload Tanya-Jawab

Entry filed under: Aqidah, Kajian Kitab, Tauhid. Tags: , , , , , , , , , .

Info Kajian Baru Jakarta Sabar Dan Konsisten Menuntut Ilmu (Audio)

1 Comment Add your own

  • 1. pengunjung  |  23/03/2009 at 10:21 am

    Bismillah, assalamu’alaikum Ustadz, dari kajian ini saya dapatkan sebagai berikut:

    Ucapan andaisaja/kalausaja digunakan sebagai bentuk menyayangkan. Ini juga hukumnya harom. Dijelaskan oleh Syaikh Utsaimin: “karena segala sesuatu yang menyebabkan perasaan penyesalan itu hukumnya dilarang karena penyesalan atau menyayangkan itu memasukkan ke dalam jiwa perasaan sedih”.

    yang ingin ditanyakan: bukankah penyesalan itu adalah syarat taubat? Bagaimana rincian dalam masalan ini?

    Jazakumullahu khairan.

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Menu Utama

Menjawab Problema Kaum Muslimin

Masukkan E-Mail anda pada kotak isian dibawah ini untuk berlangganan dan menerima pemberitahuan posting baru melalui email.

Join 16,599 other followers

Ikuti Perbaruan Kami!

Mutiara Perkataan Ahlul Ilmi

Image and video hosting by TinyPic

Categories

Total Kunjungan

  • 440,105 Clicks Sejak Januari 2009

Didukung Oleh

Documents

%d bloggers like this: